7 Mitos Tentang Cermin dan Dunia Bayangan

7 Mitos Tentang Cermin dan Dunia Bayangan

  • Penulis 7semua
  • 11 November 2025
  • 3 menit

7semua - Cermin selalu memikat manusia — benda yang sederhana tapi sarat misteri.

Dalam berbagai budaya, cermin dianggap bukan sekadar pemantul wajah, tapi gerbang antara dunia nyata dan dunia bayangan.
Di Nusantara, mitos tentang cermin masih hidup, membaur antara rasa ingin tahu dan rasa takut.

Mari kita bahas 7 mitos tentang cermin dan dunia bayangan yang hidup di berbagai penjuru Indonesia.

1. Cermin Sebagai Gerbang Arwah

Di Jawa, ada kepercayaan bahwa roh bisa melewati cermin saat malam hari. Karena itu, banyak orang menutup cermin ketika ada yang meninggal.

2. Jangan Menatap Cermin Saat Tengah Malam

Dalam tradisi Sunda, cermin di malam buta bisa “memantulkan wajah roh” — bukan wajahmu. Itu sebabnya, orang tua melarang anak menatap kaca setelah jam dua belas.

3. Cermin di Kamar Mayat

Beberapa rumah adat menutupi cermin saat ada jenazah, karena diyakini roh yang baru pergi bisa “tersesat” di dalamnya.

4. Ritual Memanggil Arwah lewat Cermin

Dikenal sebagai permainan berbahaya. Dalam beberapa daerah, ritual ini dilakukan dengan lilin dan doa tertentu — cermin jadi perantara antara dunia manusia dan roh.

5. Cermin Retak sebagai Pertanda

Jika cermin pecah tanpa sebab, banyak yang percaya itu tanda energi negatif atau roh jahat telah terserap dan menolak dipantulkan.

6. Cermin Ganda dalam Rumah

Dua cermin saling berhadapan disebut menciptakan “lorong tak berujung” — portal ke alam bayangan. Rumah dengan posisi ini biasanya dianggap tidak membawa keberuntungan.

7. Cermin sebagai Simbol Diri

Dalam kepercayaan spiritual modern, cermin dianggap refleksi jiwa. Apa yang kamu lihat di sana bukan hanya wajah, tapi isi batin yang belum sepenuhnya kamu pahami.

Penutup

Cermin adalah benda sederhana yang menyimpan filosofi dalam: jika kamu menatapnya cukup lama, kamu mungkin melihat bukan siapa kamu, tapi siapa kamu sebenarnya.
Mitos hanyalah cara lain semesta berbisik — agar manusia belajar mengenali bayangannya sendiri.

👉 Apakah kamu berani menatap cermin di ruangan gelap — dan tetap percaya bahwa yang kamu lihat hanyalah dirimu?