7 Mitos Penunggu Rumah Kuno di Nusantara

7 Mitos Penunggu Rumah Kuno di Nusantara

  • Penulis 7semua
  • 27 November 2025
  • 5 menit

7semua - Setiap rumah tua menyimpan cerita — sebagian tentang manusia, sebagian lagi tentang yang tak terlihat.

Dalam kepercayaan Nusantara, rumah bukan sekadar bangunan, tapi ruang hidup yang memiliki roh penjaga.
Mereka disebut penunggu, makhluk yang menjaga keseimbangan antara yang tinggal dan yang telah pergi.

Mari kita bahas 7 mitos penunggu rumah kuno di berbagai daerah Indonesia yang masih diceritakan dengan bisik-bisik sampai hari ini.

1. Penunggu Gebyok Jawa

Rumah joglo tua dipercaya memiliki danyang penjaga yang tinggal di ukiran gebyok.
Jika pintunya berderit tanpa angin, itu tanda penunggu sedang lewat.

2. Kakek Berpakaian Putih di Rumah Kolonial Bandung

Banyak rumah Belanda tua dipercaya dihuni arwah tuannya.
Sosok kakek berjubah putih sering terlihat menyapu halaman dengan tenang menjelang sore.

3. Perempuan di Rumah Minangkabau Lama

Beberapa rumah gadang diyakini memiliki roh pelindung perempuan yang menjaga garis keturunan.
Jika ada bayi menangis malam hari, orang tua biasanya membakar kemenyan untuk menenangkannya.

4. Anak Kecil di Rumah Tua Makassar

Dikisahkan ada roh anak kecil yang menjaga mainan di rumah kuno Bugis.
Ia dianggap penanda bahwa rumah itu masih “dihuni” oleh kenangan bahagia.

5. Penunggu Lumbung di Bali

Di lumbung padi kuno (jineng), dipercaya ada roh petani leluhur yang memastikan padi disimpan dengan hormat dan doa.

6. Makhluk Hitam di Tangga Rumah Belanda Jawa Tengah

Sosok ini muncul jika ada yang melanggar kesopanan di dalam rumah.
Ia bukan jahat, tapi pengingat untuk tidak sembarangan berkata di tempat tua.

7. Penunggu Rumah Kayu di Kalimantan

Roh penjaga yang tinggal di tiang rumah panggung.
Jika seseorang ingin merenovasi, harus memberi sesajen agar roh penjaga tak marah dan berpindah dengan damai.

Penutup

Rumah tua adalah arsip kenangan — sebagian diukir di dinding, sebagian di jagat halus.
Mitos tentang penunggu bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengajarkan manusia agar selalu menghormati ruang dan waktu.

👉 Kalau kamu berkunjung ke rumah kuno dan tiba-tiba merasa diam yang pekat, apakah kamu akan memanggil… atau menyapa dengan doa?